Wassalam,
Tips & Trik Menulis
Sindikat Penulis
Salam Ophelia,
Untuk membuat cerita dengan teknik penceritaan realis, surealis, absurd dan lain sebagainya tentu kita harus tahu dulu apa itu realis, surealis, absurd, dan sebagainya. Dengan kita mengetahui definisi-definisi tersebut, tentu kita akan lebih mudah ketika ingin menuliskannya.
Baiklah, dalam ruang yang sempit ini, mungkin saya akan paparkan sedikit tentang itu semua secara ringkas.
1. Realis: Realisme merupakan aliran kesusastraan (dan seni pada umumnya) yang menuliskan keadaan atau kenyataan secara sesungguhnya. Para tokoh aliran ini berpendapat bahwa tujuan seni adalah untuk menggambarkan kehidupan dengan kejujuran yang sempurna dan objektif. Oleh karena itu, realisme menuntut penggambaran yang teliti, seperti cermin yang memantulkan realitas objektif di depan audiens, penikmat, dan pembaca. HB Jassin pernah menjelaskan bahwa dalam realisme digambarkan keadaan seperti yang sebenarnya, seperti yang dilihat oleh mata. Teknik menulis realis adalah menulis sesuatu dengan apa adanya dan sesuai dengan logika(baca juga tulisan tentang realisme di: http://mywritingblogs.com/sastra/2008/07/30/aliran-cerpen-realisme/)
2. Surealis:Surealisme adalah gerakan kebudayaan yang menyeru kepada alam bawah sadar. Sebuah usaha untuk merayakan mimpi-mimpi yang semalam hadir di dalam tidur kita. Para Surealis sering membiarkan pikirannya mengalir dengan bebas ke dalam halaman kertas tanpa berusaha mengaturnya, sehingga mimpi yang mereka tulis ulang itu bisa hadir secara jujur dan apa adanya. Seorang pengarang/pelukis surealisme berharap, bahwa setiap mimpi yang mereka tulis/lukis ulang dan menjadi sebuah cerita/lukisan itu mampu menerjemahkan “diri” si pengarangnya atau dapat menjelaskan kondisi sosial di masyarakat. Makanya ciri-ciri cerita surealisme itu sering nyeleneh dan kontra logika. Salah satu teknik menulis surealisme adalah menuliskan kembali mimpi-mimpi yang semalam kita alami. Atau dengan cara atomisasi, yaitu menulis segala macam pikiran yang berkelabat yang di dalam tempurung kepala kita. (baca juga tulisan saya tentang surealisme di: http://zonakosong.wordpress.com/2009/08/06/la-revolution-surealiste/)
Absurd: Absurdisme adalah suatu paham atau aliran yang didasarkan pada kepercayaan bahwa manusia secara umum tidak berarti dan tidak masuk akal (absurd). Kesadaran para pengikut aliran itu terhadap tata tertib sering berbenturan dengan kepentingan masyarakat umum. Filsafat absurdisme berhubungan dengan eksistensialisme dan nihilisme dan dengan filsuf Denmark abad ke-19, Søren Kierkegaard. Ciri-ciri dari cerita yang abusrd adalah seolah menonjolkan semacam kesia-siaan, atau bisa juga bisa dibilang nihilisme. Untuk mengetahui lebih jauh, baca saja cerpen-cerpennya Iwan Simatupang.
Sekian, semoga bisa membantu ya. Maaf jika jawaban saya kurang memuaskan. Yang penting, tetap menulis!
salam,
Sindikat Penulis
ophelia salam,
mas, bisa dijelaskan apa dan bagaimana tentang segala teknik-teknik penulisan sebuah cerita? bagaimana membuat cerita dengan teknik penceritaan realis, surealis, absurd, dan teknik-teknik yang lain? ciri-ciri dan karakteristik masing-masing?
terimakasih.